A. KEINDAHAN

Kata keindahan berasal dan kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, wama, dan sebaginya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu timan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasamya tidak benar.

a. APAKAH KEINDAHAN itu ?

Sebenamya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu saatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu barn jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu barn dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Keindahan hanya sebuah konsep, yang barn berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, tubuh yang molek, film, nyanyian.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya "Garis besar estetika", Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata "beutiful" dalarn bahasa Perancis "beau", sedang ltalia dan spanyol "bello" berasal dari kata latin "bellum". Akar katanya adalah "bonum" yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi "bonellum" dan terakhir diperpendek sehingga ditulis "bellum.

Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja Disamping itu terdapat pula perbedaan menurnt luasnya pengertian, yakni : a) keindahan dalam arti yang luas. Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

Ø keindahan seni

Ø keindahan alam

Ø keindahan moral

Ø keindahan intelektual

b. NILAI ESTETIK

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.

"The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group". ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.

Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

Contoh:

(1) puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.

(2) Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya. Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

c. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI

Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan tetjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar. Bentuk diluar diri manusia itu berupa karya budaya yaitu karya seni lukis, seni suara, seni tari, seni sastra, seni drama dan film, atau berupa ciptaan Tuhan misalnya pemandangan alam, bunga warna-warni, dan lain-lain.

  1. APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?

Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Bila ada pemain drama yang berlebih-lebihan; misalnya marah dengan meluap-luap padahal masalahnya kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tidak berharga kemudiah menangis meraung-raung, itu berarti tidak indah.

(1) Tata nilai yang telah usang

Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa, pingitan, derajad wanita lebih rendah dari derajad laki-laki. Tata nilai semacam ini dipandang sebagai mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak indah. Yang tidak indah harus disingkirkan dan digantikan dengan yang indah. Yang indah ialah tata nilai yang menghargai dan mengangkat martabat manusia,

misalnya wanita. Hal ini menjadi tema para sastrawan zaman Balai Pustaka, dengan tujuan untuk merubah keadaan dan memperbaiki nasib kaum wanita. Sebagai contoh novel yang menggambarkan keadaan ini ialah "layar terkembang" oleh Sutan Takdir Alisyahbana, "Siti Nurbaya" oleh Marah Rusli.

(2) Kemerosotan Zaman

Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hukum agama, dan moral masyarakat. Yang demikian itu dikatakan tidak balk, yang tidak baik itu tidak indah. Yang tidak indah itu harus disingkirkan melalui protes yang antara lain diungkapkan dalam karya seni.

Sebagai contoh ialah karya seni berupa sanjak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul "Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta". Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi

revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur. Sajaknya sebagai berikut :

Pelacur-pelacur kota Jakarta

dari kelas tinggi dan kelas rendah

telah diganyang

telah diburu-buru

88

mereka kecut

keder

terhina dan tersipu-sipu

sesalkan mana yang mesti kau sesalkan

tapi jangan kau kIewat putus asa

dan kau relakan dirimu dibikin korban

wahai pelacur-pelacur kota Jakarta

sekarang bangkitlah

sanggul kembali rambutmu

karena setelah menyesal

datanglah kini giliranmu

bukan untuk membela diri melulu

tapi untuk lancarkan serangan

karena

sesalkan mana yang mesti kau sesalkan

tapi jangan kau rela dibikin korban

Sarinah

katakan kepada mereka

bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri

bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu

tentang perjuangan nusa bangsa

dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal

ia sebut kau inspirasi revolusi

sambil ia buka kutangmu

dan kau. Dasima

kabarkan kepada rakyat

bagaimana para pemimpin revolusi

bicara tentang kemakmuran dan api revolusi

sambil celananya basah

dan tubuhnya lemas

terkapar di sampingmu

ototnya keburu tak berdaya

politisi dan pegawai tinggi

adalah culak yang rapi

kongres-kongres dan konperensi

89

90

tak pemah berjalan tanpa kalian

kalian tak pemah bisa bilang "tidak"

lantaran kelaparan yang menakutkan

kemiskinan yang mengekang

dan telah lama sia-sia carl kerja

ijazah sekolah tanpa guna

para kepala jawatan

akan membuka kesempatan

kalau kau membuka paha

sedang diluar pemerintahan

perusahaan-perusahaan macet

lapangan kerja tak ada

revolusi para pemimpin

adalah revolusi dewa-dewa

mereka berjuang untuk sorga

dan tidak untuk bumi

revolusi dewa-dewa

tak pemah menghasilkan

lebih banyak lapangan kerja

bagi rakyatnya

kalian adalah sebagain kaum penganggur

yang mereka ciptakan

namun

sesalkan mana yang mesti kau sesalkan

tapi jangan klewat putus asa

dan kau rela dibikin korban

pelacur-pelacur kota Jakarta

berhentilah tersipu-sipu

ketika kubaca dikoran

bagaimana badut-badut mengganyang kalian

menuduh kalian sumber bencana negara

aku jadi murka

kalian adalah temanku

ini tidak bisa dibiarkan

astaga

mulut-mulut badut

mulut-mulut yang latah

bahkan sex mereka berpolitikkan

saudari-saudariku

membubarkan kalian

tidak semudah membubarkan partai politik

mereka hams beri kalian kerja

mereka harus pulihkan derajat kalian

mereka hams ikut memikul kesalahan

saudari-saudariku

ambillah gaIah

kibarkan kutang-kutangmu di ujungnya

araldah keliling kota

sebagai panji-panji yang telah mereka nodai

kini giliranmu menuntut

katakanlah kepada mereka

menganjurlcan mengganyang pelacur

adaIah omong kosong

pelacur-pelacur kota Jakarta

saudari-saudariku

jangan melulu keder pada lelaki

dengan mudah

kalian bisa telanjangi kaum palsu

naikkan tarifmu dua kaIi

dan mereka akan kelabakan

mogoklah satu bulan

dan mereka akan puyeng

laIu mereka akan jina

dengan istri sudaranya.

  1. KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK

Dalam buku AN Essay on Man (1954), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pemah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795-1821) sebagai pegangan, Dalam Endymion dia berkata :

Ø A thing of beuty is a joy forever

Ø its loveliness iscreases; it wil never pass into notl1ingness

Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dari sini kita mengetahui bahwa keindahan hanyalah sebuah konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Karena itu dia tidak berbicara langsung mengenai keindahan, akan tetapi sesuatu yang indah.

  1. RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung : artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau

memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan. Teori metafisik dan teori psikologik.

  1. TEORI PENGUNGKAPAN

Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" ( seni adalah suatu pengungkapan dati perasaan manusia ). Teori ini terutarna bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yangpalingterkenal ialah filsufltalia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diteIjemahkan kedalarn bahasa Inggris "aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic". Beliau antara lain menyatakan bahwa "art is expression of impressions" (Seni adalahpengungkapan dari kesan-kesan) Expressionadalah sarnadengan intuition. Dan intuisi adalahpengetahuan intuitifyang diperolehmelalui penghayatantentang hal-hal individuil yang menghasilkan garnbaran angan-angan (images).

  1. TEORI METAFISIK

Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dati Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). lni sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realitaIlahi.

  1. TEORI PSIKOLOGIS

Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.

  1. KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Katacocok, kenadan sesuai itumengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benar akan membuat orang puas karenanya. Atau orang yang berkulit hitam kurang pantas bila memakau baju warna hijau, karena warna itu justru menggelapkan kulitnya.

(a). TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF

The Liang Gie dalam bukunya garisbesarestetika menjelaskan, bahwadalarn mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektifdan teori subyektif. Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapatdalam alarn pikiranorang yangmengarnati bendatersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlahdua kelompok teori yang terkenal sebagai teori obyektifdan teori subyektif. Pendukung teori obyektifadalah Plato, Hegel danBernard Bocanquat, sedang pendukung teori subyektif ialah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke. Teori obyektifberpendapat, bahwakeindahan atau ciri-ciri yangmenciptanilai estetik adalah sifat (kuallta) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, tedepasdati orang yang mengamatinya. Pengamatan oranghanyalah mengungkapkan sifat-sifat

indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan sarna sekali tidak berpengaruh untuk menghubungkan.

(b) TEORI PERIMBANGAN

Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kwalita dari benda-benda. Kwalita bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telah dijawab olch bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang bertahan sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Eropa. Sebagai contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar. Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka.

date Selasa, 04 Mei 2010

Menurut saya manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhlik lainnya. Karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Bukan hanya itu saja pengertian manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosil. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

1. Pengembangan manusia dari segi Susila

Aspek kehidupan susila adalah aspek ketiga setelah aspek individu dan sosial. Manusia dapat menetapkan tingkah laku yang baik dan yang buruk karena hanya manusia yang dapat menghayati norma-norma dalam kehidupannya.

Dalam proses antar hubungan dan antaraksi itu, tiap-tiap pribadi membawa identitas dan kepribadian masing-masing. Oleh karena itu, keadaan yang yang cukup bermacam-macam akan terjadi berbagai konsekuensi tindakan-tindakan masing-masing pribadi.

Kehidupan manusia yang tidak dapat lepas dari orang lain, membuat orang harus memiliki aturan-aturan norma. Aturan-aturantersebut dibuat untuk menjadikan manusia menjadi lebih beradab. Menusia akan lebih menghargai nilai-nilai moral yang akan membawa mereka menjadi lebih baik.

Selain aturan-aturan norma, manusia juga memerlukan pendidikan yang dapat digunakan sebagai sarana mencapai kemakmuran dan kenyamanan hidup. Pendidikan dapat menjadikan manusia seutuhnya. Dengan pendidikan, manusia dapat mengerti dan memahami makna hidup dan penerapannya.

Melalui pendidikan kita harus mampu menciptakan manusia yang bersusila, karena hanya dengan pendidikan kita dapat memanusiakan manusia. Melalui pendidikan pula manusia dapat menjadi lebih baik daripada keadaan sebelumnya. Dengan pendidikan ini, manusia juga dapat melaksanakan dengan baik norma-norma yang ada dalam suatu masyarakat. Manusia akan mematuhi norma-norma yang ada dalam masyarakat jika diberikan pendidikan yang tepat.

Dengan demikian, kelangsungan kehidupan masyarakat tersebut sangat tergantung pada tepat tidaknya suatu pendidikan mendidik seorang manusia mentaati norma, nilai dan kaidah masyarakat. Jika tidak maka manusia akan melakukan penyimpangan terhadap norma-norma yang telah disepakati bersama oleh masyarakat.

2. Pengembangan Manusia dari segi Religius atau Agama

Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Melalui kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan bisa menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa dia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia jika manusia mempercayai adanya Sang Maha Pencipta yang mengatur seluruh sistem kehidupan di muka bumi.

Dalam kehidupannya, manusia tidak bisa meninggalkan unsur Ketuhanan. Manusia selalu ingin mencari sesuatu yang sempurna. Dan sesuatu yang sempurna tersebut adalah Tuhan. Hal itu merupakan fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Tuhannya.

Oleh karena fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk beribadah kepada Tuhan pun diperlukan suatu ilmu. Ilmu tersebut diperoleh melalui pendidikan. Dengan pendidikan, manusia dapat mengenal siapa Tuhannya. Dengan pendidikan pula manusia dapat mengerti bagaimana cara beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Melalui sebuah pendidikan yang tepat, manusia akan menjadi makhluk yang dapat mengerti bagaimana seharusnya yang dilakukan sebagai seorang makhluk Tuhan. Manusia dapat mengembangkan pola pikirnya untuk dapat mempelajari tanda-tanda kebesaran Tuhan baik yang tersirat ataupu dengan jelas tersurat dalam lingkungan sehari-hari.

Maka dari keseluruhan perkembangan itu menjadi lengkap dan utuh dalam setiap sisinya, baik dari sisi individu, sosial, susila, maupun religius. Keutuhan dari setiap sisi tersebut dapat menjadikan manusia menjadi makhluk yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lain.

3. Pengembangan Manusia dari segi Sosial

a. Interaksi sebagai proses sosial

a. Sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian

Interaksi sosial adalah proses saling mempengaruhi dalam hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dan kelompok.

Proses adalah tahapan-tahapan dalam suatu peristiwa untuk membentuk jalannya rangkaian kerja. sedangkan sosial adalah segala sesuatu mengenai masyarakat yang peduli terhadap kepentingan umum. Jadi, proses sosial adalah tahapan-tahapan dalam suatu peristiwa untuk membentuk manusia bermasyarakat yang memperhatikan segi kehidupan bersama.

4. Pengembangan Manusia dari segi Budaya

Manusia juga akan mulai berpikir tentang bagaimana caranya menggunakan hewan atau binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil usahannya dalam kaitannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Manusia sangat mempunyai hasrat yang tinggi apabila dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain. Hasrat untuk selalu menambah hasil usahanya guna mempermudah lagi perjuangan hidupnya menimbulkan perekonomian dalam lingkungan kerja sama yang teratur. Hasrat disertai rasa keindahan menimbulkan kesenian. Hasrat akan mengatur kedudukannya dalam alam sekitarnya, dalam menghadapai tenaga-tenaga alam yang beraneka ragam bentuknya dan gaib, menimbulkan kepercayaan dan keagamaan. Hasrat manusia yang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu disekitarnya menimbulkan ilmu pengetahuan.

Ada hakekatnya kebudayaan mempunyai dua segi, bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain yaitu segi kebendaan dan segi kerohaniaa. Segi kebendaan yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba. Segi kerohanian terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun teratur. Keduanya tidak bisa diraba.

A. PENGERTIAN CINTA KASIH

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.

Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, pernatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya: bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mangasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggungjawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisiko Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.

Pengertian tentang cinta dikemukanaknjuga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memilikki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia hams ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilanformal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-Iainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin mcmbelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mcngungkapkan rasa sayang, dan seterusnya .

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukkan segitiga cinta.

Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mcngemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain dari pada partnemya.

Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang. Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang, karena garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi, seperti nyata pada gambar berikut.

Lebih berat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada, sehingga tidak terbentuk segitiga, cinta yang demikian itu tidak sempuma, dan dapat disebutkan bukan cinta.

Selain pengertian yang dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikernukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan,dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, sud dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula.

Didalam kitab Suci Alqur'an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Alloh dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :

katakanlah:jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah rnendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Bagi setiap orang Islam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak ada duanya. Hal ini merupakan konsekwensi iman dan merupakan keharusan dalam Islam. Bahkan itu pendorong utama di dalam menunjang tinggi agama.

Tak diragukan lagi, bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya, ia akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang maha sempuma, maha indah dan maha agung. Tak ada satupun selain dia yang memiliki kesempumaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti karena dialah yang maha tinggi, maha sempurma dan maha agung.

Hakekat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karenanya hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka, semakin akrab.

Berangkat dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan einta dari seseorang terhadap orang lain: seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, einta seseorang terhadap sanak saudara dan familinya, einta seseorang terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah aimya.

Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh cinta menengah ini akan nampakjelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan, dan pendidikan ternadap anak. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan.

Karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya :

1. cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surat Al Baqarah, Allah berfinnan : dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah

2. cinta berdasarkan hawa nafsu.

3. cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan

tempat tinggal.

B. KASIH SAYANG

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S.Poerwadamlinta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta'Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri

dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi

bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.

Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung

jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga

keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang,

misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang

yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.

Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang

telah dewasa, melainkan bayi yang masih merahpun telah dapat merasakan kasih sayang dari

ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan tangan

ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah dikenalnya. Hal ini

karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.

Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan

orang tua. pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang

orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang.

date Sabtu, 01 Mei 2010





Ruby merupakan bahasa scripting yang memiliki string processing yang sangat akurat misalnya regular expression sehingga sangat cocok untuk administrator system untuk membuat powerfull shell script.

Dipihak lain, bahasa scripting menawarkan pengembangan aplikasi yang cepat misalnya pembuatan aplikasi GUI, webscripts, systemutilities, dan aplikasi yang membutuhkan pemrosesan string ataupun perhitungan yang akurat. Pencipta Ruby,Yukihiro Matsumoto (Matz), menggabungkan bagian-bagian dari bahasa-bahasa favorit beliau (Perl, Smalltalk, Eiffel, Adadan Lisp) untuk membentuk bahasa baru yang seimbang antara pemrograman fungsional dengan pemrograman imperatif.

Fitur–Fitur Ruby

· Ruby merupakan bahasain terpreter.

· Ruby memiliki sintaks yang sederhana, mudah dipelajari dan dipahami.

· Ruby memiliki fitur-fitur yang menangani exception, seperti Java atau Python, untuk mempermudah menangani error.

· Rubymenyediakanmark-and sweep garbage collector untuk semua obyek Ruby. Tidak perlu me-maintain referencecount pada library extension.

  • Menulis extension C di Ruby lebih mudah dari pada di Perl ataupun di Python, dengan API yang elegan untuk memanggil Ruby dari C. Ini termasuk memanggil Ruby embedded di software, untuk digunakan sebagai bahasa scripting. Interface SWIG juga tersedia.
  • Ruby bisa load library extension secara dinamis jika Sistem Operasi mengijinkan.
  • Ruby menyediakan fitur OS threading yang independent. Maka, untuk semua platform dimana Ruby berjalan, kita juga punya multithreading, terlepas dari apakah Sistem Operasi mendukung multithreading atau tidak, bahkan pada MS-DOS sekalipun.
  • Ruby sangat portable: Ruby kebanyakan dikembangkan di GNU/Linux, tetapi juga berjalan di banyak tipe UNIX, MacOSX, Windows95/98/Me/NT/2000/XP,DOS,BeOS,OS/2, dan lain-lain.
  • Danyang terakhir,tentunya Ruby gratis bahkan untuk aplikasi komersial.

Dasar Pemrograman Ruby

Sebagai bahasa scripting yang berbasis interpreter, Ruby menawarkan modus interaktif, yakni Interactive Ruby yang di singkat dengan irb. Untuk masuk ke modus interaktif Ruby, cukup mengetikkan irb pada commandprompt, untuk keluar cukup menekan tombol Ctrl-D atau ketikkan “exit”. Dapat juga menambahkan opsi ”—simple prompt” pada irb agar bentuk prompt-nya berubah menjadi>>.

Aturan Penamaan Variabel

Aturan penamaan variable sama dengan aturan penamaan variable padaumumnya, yakni tidak boleh di mulai dengan angka dan tidak memakai keyword penting dari bahasa tersebut.

Contoh:

•x = 888

•ini_variabel_string= “halo”

Konstanta

Konstanta tidak lain adalah sebuah variable yang isinya tetap (tidakberubah). Konstanta di Ruby di deklarasikan dengan huruf capital pada huruf pertama. Suatu konstanta tetap dapat diubah nilainya. Pemberian status konstant pada suatu variabel hanya akan memberikan suatu peringatan apabila kita mengubah isi konstanta tersebut.

Input output

  • Untuk meng-input, menggunakan perintah gets.
  • Untuk output ke layar, menggunakan perintah puts, print, atau printf.

Contoh :

•>> puts “Halo, apakabar?”

•Halo, apa kabar?

•=> nil

•>> print “Halo, apa kabar?”

•Halo, apa kabar?=> nil

•>> nama = gets

•g0tch4

•=> “Eric\n”

•>> printf“Nama saya %s”, nama

•printf“Nama saya %s”, nama

•Nama saya g0tch4

•=> nil

Struktur Program

Program Ruby umumnya juga memakai indentasi seperti bahasa Python. Akan tetapi indentasi tidak mutlak harus dilakukan, karena Ruby menggunakan keywordend untuk menandakan akhir dari suatu bagian program. Untuk komentar pada program Ruby, menggunakan tanda#. Untuklebih dari satu statement pada satu baris, menggunakan pemisah„;‟. Sedangkan untuk statement yangl ebih dari satu baris, menggunakan tanda„\‟.

Tipe Data Dasar

  • Number (Angka)
  • Terdiridari:
  • Integer :
    • Fix-Num (-230 s.d. 230-1)
    • Big-Num
  • Float

Ruby dapat menggunakan prefix untuk menandakan arti angka tersebut:

  • 0 untukoktal
  • 0b untukbiner
  • 0x untukheksadesimal

TipeData Dasar

•String

Tipe data String diRuby sama dengan tipe data String pada bahasa pemrograman lain umumnya. Untuk membuat tipe data String, kita dapat menggunakan kutip satu„ ataupun kutip dua“ . Adapun perbedaan diantara keduanya, yakni di mana objek String yang dibuat dengan kutip dua“ akan mengerti karakter khusu sseperti„\n‟,‟\r‟,‟\b‟ ,dsb.

TipeData Dasar:: String

ð Kelas String kaya akan metode-metode yang powerful di antaranya seperti berikut ini:

ð Length : untuk mengetahui panjang suatu string.

ð Capitaliz : untuk mengubah huruf pertama pada awal kalimat menjadi huruf kapital.

ð Downcase : mengubah string menjadi huruf kecil.

ð Upcase : mengubah string menjadi huruf besar.

ð Swapcase : mengubah objek string dengan huruf kecil di ubah menjadi huruf kapital dan sebaliknya.

ð Strip : membuang karakter white space di awal dan akhir string.

ð Reverse : membalikkan string.

ð Include ? str : mengembalikan true jika substring str terdapat dalam string dan false jika tidak ada.

ð Chop : membuang karakterter akhir dari string.

ð Salah satu hal yang unik dari Ruby adalah Kita dapat menambahkan tanda„!‟ di akhir metode untuk menandakan metodenya bersifat destruktif di mana hasil metode tersebut berdampak langsung pada objeknya.

date Sabtu, 10 April 2010